Matahari terbit pagi ini
Bingung dengan perasaan diriku sendiri. Aku tidak tahu apakah sebenarnya aku sahabatnya atau tidak. Tapi dia yang paling dekat denganku, dia cukup mengenal dan mengerti aku. Tapi belakangan ini hubungan aku dengan dia mulai menjauh. Mungkin karena sikapnya yang kadang tidak jelas. Aku bingung harus bersikap bagaimana dengan dia. Bersikap cuek pasti akan membuat dia bingung dan dia akan bersikap sama denganku, sehingga kita saling tak menanggapi. Semuanya menjadi dingin. Aku merasa dia sudah menemukan teman lain yang lebih baik daripadaku. Dia bisa berbicara panjang lebar dengan teman-teman barunya. Dia memang tipe yang cukup ramah kepada banyak orang. Belakangan ini pun dia tidak pernah menelponku entah urusan kampus ataupun untuk bercerita. Dan aku merasa kehilangan seorang sahabatku, orang yang mau berkorban untukku. Sudah kucoba untuk bersabar menghadapinya, tapi aku merasa perlu mencari suasana baru untuk menenangkan pikiranku. Aku merasa dia tidak mencari aku, tidak peduli terhadap aku, dan bahkan mungkin dia sudah tidak membutuhkanku lagi. Sudah kucoba menghubunginya duluan , mengajaknya berbicara dan ketawa bareng lagi. Tapi kenapa harus aku yang selalu memulainya? Tadi malam (7/8) aku ke kostnya dia tidak ada di sana. Aku cari ke tempat dia biasa bersama teman-teman barunya, dan benar dia di sana. Aku sudah coba bertanya pula padanya, kenapa kamu tidak pernah menelpon aku ataupun sms aku lagi. Bahkan telpon dan sms aku tidak pernah diangkat atau dibalas. Dan alasannya sangat klasik. Dia bilang belakangan sangat sibuk, takut kalau malah membuat aku marah. Dia selalu banyak berkata, tapi perbuatannya belum banyak kulihat. Kuingin segalanya kembali seperti dulu, bersahabat erat. Sehingga tidak mudah untuk menghancurkan persahabatan.
tinggalkan komentar